Total Tayangan Laman

Senin, 25 Juni 2012

CARA MASUK SENYAWA TOKSIK PADA TUBUH MANUSIA

       Senyawa kimia toksik atau toxic substance masuk ke dalam tubuh manusia melalui air, udara ataupun pangan. Secara umum ada beberapa tahapan manakala bahan beracun ini sudah masuk di dalam tubuh manusia. Segera setelah senyawa toksik masuk ke dalam tubuh, terdapat 4 proses yang berperan dalam penentuan dampak, yakni Absorpsi, Distribusi, Ekskresi dan Metabolisme (Amdur et al., 1991).
       Apabila seorang manusia atau kelompok komunitas terpajan media yang mengandung bahan kimia toksik, tidak semua bahan kimia beracun ini diserap oleh tubuh manusia. Ada beberapa pengertian umum yang harus dipahami, yakni:
  1. Dosis pemajanan: yaitu senyawa toksik yang terukut di dalam suatu media lingkungan (udara, air, tanah, makanan / minuman) sebuah komunitas dalam sebuah wilayah.
  2. Dosis terserap: Jumlah dosis pemajanan sebenarnya yang masuk ke dalam tubuh manusia atau kelompok disebut juga up take.
  3. Dosis pemberian: jumlah yang diberikan kepada anggota dan / atau kelompok, biasanya diberikan secara oral, gavage atau injection.
  4. Dosis total: jumlah semua dosis yang diberikan secara individual dan kelompok komunitas.
       Masing-masing pengertian digunakan tergantung keperluan di dalam mengukur dampak yang ditimbulkannya. Dasar perhitungan adalah individual, namun dapat pula dilihat dalam perspektif kelompok. Sebagai contoh: dalam percobaan klinik, unit analisisnya kelompok atau agregat penelitian. Dengan catatan semua persyaratan metodologi dan asas keterwakilan terpenuhi.
         Dalam kenyataan sehari-hari, khususnya pengukuran dampak bahan pencemaran pada sebuah komunitas, maka pengukuran dilakukan dengan basis individu kemudian ditarik simpulan sebagai kesimpulan kelompok komunitas. Merujuk kepada empat pengertian tersebut di atas, terdapat pengecualian, yakni pengukuran dosis pemajanan. Dosis pemajanan diperoleh dengan mengukur kandungan bahan pencemar dalam media tertentu, sebagai parameter pajanan sebua kelompok terpajan. Sebagai contoh: pengukuran kandungan Karbon monoksida (CO) dalam udara ambient di sebuah wilayah perkotaan, yang mengasumsikan semua pendududk di pinggir jalan akan menerima sejumlah konsentrasi yang sama. Dalam kenyataan, terdapat variabilitas absorpsi atau up take  antar individu dalam kelompok yang terpajan (Achmadi, 2011).


Daftar Pustaka
Achmadi U.F, 2011. Dasar-dasar Penyakit Berbasis Lingkungan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Amdur Mary O., John Doull, Curtis D. Klaassen eds, 1991. Cassaret L.J. and Doull J., Toxicology The Basic Science of Poisons; 4th ed., Pergamon Press: New York, Sydney, Tokyo, Toronto: Mc Millan Publ. Co. Inc.  

0 komentar:

Poskan Komentar